25 October 2007

Kitab-kitab Kebijaksanaan

Selain hukum dan sejarah, bangsa Israel juga mempunyai warisan “hikmat” atau “kebijaksanaan” yang diajarkan secara turun temurun. Kebanyakan hikmat-kebijaksanaan itu diambil alih dari bangsa Mesir dan bangsa-bangsa Timur yang sejak dahulu kala memang sudah terkenal dengan hikmat-kebijaksanaannya (bdk 1Raj 4:30; Ayb 2:11; Ams 30:1; Yer 49:7; Ob 8; Bar 3:22-23; Mat 2:1; Why 16:12). Pada zaman pemerintahan Salomo, hikmat-kebijaksanaan bangsa Israel mengalami perkembangan pesat, sehingga melebihi hikmat-kebijaksanaan bangsa Mesir dan bangsa-bangsa Timur (bdk 1Raj 4:29-34; 10:1-13). Menurut tradisi, pada zaman itulah terbit banyak sekali amsal, nyanyian, sajak, perumpamaan, keterangan dan cerita yang berisikan hikmat-kebijaksanaan (bdk 1Raj 4:32-33; Sir 47:17). Ciri khas karya sastra hikmat-kebijaksanaan bangsa Israel adalah pada umumnya berisikan pesan-pesan moral dan agama (bdk Ams 10:1-22:16). Karya sastra hikmat-kebijaksanaan bangsa Mesir dan bangsa-bangsa Timur diolah dan disadur kembali sesuai dengan iman kepercayaan bangsa Israel (bdk Am 1-9; 22:17-24:22; 30:1-33). Bagi bangsa Israel, hikmat-kebijaksanaan tidak dapat dilepaskan dari Tuhan selaku “sumber dan kepenuhan” hikmat-kebijaksanaan (bdk Ams 1:7; 2:6; 3:12; 9:10; 15:33; Sir 1:1-20). Menurut mereka, Tuhanlah yang menciptakan hikmat-kebijaksanaan dan mencurahkannya kepada semua makhluk sesuai dengan kemurahan-Nya (bdk Sir 1:9-10; Ams 2:6; 3:12). Karena itu untuk memperoleh hikmat-kebijaksanaan, orang harus berdoa dan memohonnya kepada Tuhan (bdk Keb 7:7; 1Raj 3:1-15; 2Taw 1:1-13). Dan hal ini tidak sulit bagi bangsa Israel, sebab sesungguhnya hikmat-kebijaksanaan Tuhan telah tercantum dalam hukum Taurat (bdk Sir 15:1; 19:20; 24:23-24). Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, terdapat tujuh kitab yang berisikan hikmat-kebijaksanaan, yaitu: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan Salomo dan Sirakh. Di bawah ini disajikan isi ringkas dari masing-masing kitab tersebut.

a. Kitab AYUB

Kitab ini berisi dialog dan diskusi panjang mengenai masalah penderitaan orang benar. Tokoh utama dalam kitab ini adalah Ayub, seorang “saleh”, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”. (bdk Ayb 1:1.8; 2:3), tetapi mengalami banyak penderitaan (bdk Ayb 1:13-19; 2:7-8; 11-13). Dalam usaha memahami misteri penderitaan ini (Ayb 3), ia berdialog dan berdiskusi dengan Elifas, Bildad, Zofar (Ayb 4-31), Elihu (Ayb 32-37), dan akhirnya dengan Allah sendiri (Ayb 38-42).

b. Kitab MAZMUR

Kitab ini berisi kumpulan lagu-lagu keagamaan dengan tema bervariasi yang berasal dari berbagai zaman. Lagu-lagu keagamaan ini dinyanyikan dengan iringan musik dalam upacara-upacara ibadat di Bait Allah atau sinagoga (bdk Mzm 150:1-6). Dalam kitab ini terdapat 150 lagu-lagu keagamaan, dan 73 diantaranya dikaitkan dengan Daud sebagai seniman penggubah lagu (1Sam 16:23; 2Sam 1:17; 22:1) dan perintis upacara ibadat di bait Allah ( bdk 2Sam 6:5; 7:2; 24:25).

c. Kitab AMSAL

Kitab ini berisi kumpulan peribahasa, pepatah, nasihat, petuah, wejangan dan ajaran yang berasal dari orang-orang bijak. Dalam kitab ini disajikan sejumlah ajakan untuk hidup sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh orang-orang bijak (bdk Ams 3:1-2; 5:1-2; 7:1-2; 8:32-36; 22:17-18). Kebanyakan amsal ini dikaitkan dengan Salomo yang terkenal selaku seorang bijak penggubah amsal (bdk 1Raj 4:32; Ams 1:1; 10:1; 25:1).

d. Kitab PENGKHOTBAH

Kitab ini berisi renungan mengenai segala sesuatu yang terjadi di dunia ini (bdk PKH 1:13), khususnya mengenai nasib malang manusia (bdk Pkh 2:16; 3:19; 9:2.12). Kesimpulan akhir dari renungan tersebut ialah “kesia-siaan belaka, kesia-siaan atas kesia-siaan, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin” (bdk Pkh 1:2.14; 12:8). Renungan ini dikaitkan dengan pengkhotbah Salomo, anak Daud, raja bangsa Israel di Yerusalem (bdk Pkh 1:1.12).

e. Kitab KIDUNG AGUNG

Kitab ini berisi kumpulan lagu-lagu cinta yang biasa dinyanyikan dalam pesta pertunangan atau pernikahan di daerah Timur Tengah. Dalam kitab ini disajikan sejumlah pantun yang memuji-muji kecantikan mempelai perempuan (bdk Kid 1:15; 2:2; 4:1-7; 6:4-7; 7:1-5) dan ketampanan mempelai laki-laki (bdk Kid 1:16; 2:3; 5:10-16). Mempelai perempuan dikaitkan dengan gadis Sulam (bdk Kid 6:13), sedangkan mempelai laki-laki dikaitkan dengan Salomo (bdk Kid 3:6-11).

f. Kitab KEBIJAKSANAAN SALOMO

Kitab ini berisi renungan dan wejangan mengenai berbagai masalah, khususnya soal kematian orang benar dan nasibnya di alam baka. Dalam kitab ini berturut-turut direnungkan nasib orang benar dan orang fasik (Keb 1-5), manfaat dan asal-usul kebijaksanaan (Keb 6-9), serta peranan kebijaksanaan dalam sejarah Israel (Keb 10-19). Berdasarkan tradisi yang menonjolkan Salomo sebagai orang bijak (bdk 1Raj 3:1-28; 4:29-34), kitab ini juga akhirnya dikaitkan dengan Salomo (bdk Keb 7:7-8; 9:7-8.12).

g. Kitab SIRAKH

Kitab ini berisi permenungan dan pengajaran Yesus bin Sirakh bin Eleazar dari Yerusalem mengenai berbagai masalah kehidupan (bdk Sir 50:27-29). Dalam kitab ini secara khusus ia mengagungkan hukum Taurat sebagai sumber kebijaksanaan dan pusaka bagi bangsa Israel (bdk Sir 24:23-34). Ia juga membanggakan nenek moyang bangsa Israel yang berkenan kepada Tuhan dan menjadi teladan sepanjang masa (bdk Sir 44-49). Kitab ini ditulis oleh Yesus bin Sirakh dalam bahasa Ibrani, tetapi kemudian diterjemahkan oleh cucunya dalam bahasa Yunani (bdk Kata Pengantar).


(Referensi: Njiolah, Hendrik, Mengenal Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Pustaka Nusatama, Yogyakarta, 2001, hal 19-23)

No comments:

Menurut Anda, apakah kaum awam perlu belajar Kitab Suci melalui kursus-kursus?