06 August 2007

Kitab-Kitab Sejarah

Sama seperti bangsa-bangsa lain, bangsa Israel juga mempunyai sejarah tersendiri yang diceritakan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Peristiwa sejarah yang paling berkesan bagi bangsa Israel adalah peristiwa pembebasan dari perbudakan Mesir (bdk Ul 6:21-23). Peristiwa pembebasan ini menjadi mutiara hidup bangsa Israel, karena pada waktu itu mulai terjalin hubungan istimewa antara mereka dengan Tuhan (bdk Kel 4:22; Hos 11:1). Namun demikian, peristiwa penting ini tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudahnya (bdk Ul 26:5-9). Semua peristiwa sejarah ini kemudian dirangkaikan menjadi suatu kisah bersambung yang panjang (bdk Yos 24:2-13; Neh 8:6-31; Ydt 5:6-19). Karena itu sesudah kisah panjang mengenai sejarah bangsa Israel mulai dari penciptaan dunia sampai dengan kematia Musa (bdk Pentateukh), dimulai pula suatu kisah panjang baru mengenai kelanjutan sejarah bangsa Israel mulai dari perebuatan tanah Kanaan (tahun 1200 SM) sampai dengan kehancuran kerajaan Yehuda dan pembuangan ke Babel (tahun 586 SM).

Dalam kisah panjang baru ini, berturut-turut diceritakan bagaimana bangsa Israel merebut dan menduduki tanah Kanaan di bawah pimpinan Yosua, bagaimana mereka berperang melawan bangsa-bangsa tetangga di bawah pimpinan hakim-hakim, dan bagaimana mereka membangun negara berdaulat di bawah pimpinan raja-raja. Seiring dengan perkembangan sejarah bangsa Israel, kisah panjang tersebut dilanjutkan lagi dengan cerita tentang bagaimana mereka pulang dari pembuangan Babel, bagaimana mereka membangun kembali Yerusalem dan Bait Allah, dan bagaimana mereka berjuang untuk membebaskan diri dari penjajah. Seluruh kisah lanjutan ini menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi dari tahun 538 SM sampai dengan tahun 160 SM. Sejarah panjang bangsa Israel mulai dari perebutan tanah Kanaan (tahun 1200 SM) sampai dengan perang kemerdekaan (tahun 160 SM) ini dikisahkan dalam “Kitab-kitab Sejarah”, yaitu: Yosua, Hakim-Hakim, Rut, Samuel, Raja-Raja, Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester, Tobit, Yudit, dan Makabe.

a. Kitab YOSUA
Kitab ini berisi kisah mengenai perebutan tanah Kanaan di bawah pimpinan Yosua (Yos 1-12) dan pembagian tanah tersebut kepada kedua belas suku Israel (Yos 13-22). Kemudian kitab ini diakhiri dengan wejangan perpisahan Yosua dan pembaharuan perjanjian di Sikhem (Yos 23-24).

b. Kitab HAKIM-HAKIM
Kitab ini berisi kisah mengenai peperangan suku-suku Israel melawan bangsa-bangsa tetangga di sekitar tanah Kanaan. Dalam peperangan tersebut, suku-suku Israel dipimpin oleh sejumlah tokoh pejuang yang disebut “hakim”. Zaman ini ditandai dengan banyak kemurtadan dan kekacauan di kalangan suku-suku Israel (bdk Hak 2:10-23; 17:6; 21:25).

c. Kitab RUT
Kitab ini berisi kisah mengenai kesetiaan Rut, seorang perempuan Moab, yang kemudian menjadi isteri Boas, nenek moyang Daud (bdk Rut 4:18-22). Kitab ini ditempatkan persis sesudah Kitab Hakim-Hakim, karena perristiwa yang dikisahkan terjadi pada zaman hakim-hakim (bdk Rut 1:1).

d. Kitab SAMUEL
Kitab ini berisi kisah mengenai pemerintahan Samuel sebagai hakim terakhir (bdk 1Sam 7:15-17) serta pemerintahan Saul dan Daud sebagai raja perintis. Dalam kitab ini sangat ditonjolkan kepahlawanan Daud dalam peperangan melawan musuh bangsa Israel (bdk 1Sam 17:40-58; 2Sam 5:17-25; 8:1-14; 21:15-22). Kini kitab ini terbagi dalam dua jilid yang diberi nama “Kitab Pertama Samuel” dan “Kitab Kedua Samuel”.

e. Kitab RAJA-RAJA
Kitab ini berisi kisah mengenai pemerintahan raja-raja bangsa Israel mulai dari Salomo sampai dengan Zedekia. Dalam kitab ini setiap raja dinilai: apakah ia berlaku baik seperti Daud bin Isai (bdk 1Raj 15:11; 2Raj 18:3; 22:2), ataukah ia berlaku jahat seperti Yerobeam bin Nebat (bdk 1Raj 15:34; 16:19.26). Kini kitab ini juga terbagi dalam dua jilid yang diberi nama “Kitab Pertama Raja-Raja” dan “Kitab Kedua Raja-Raja”.

f. Kitab TAWARIKH
Kitab ini berisi kisah ulangan mengenai sejarah bangsa Israel mulai dari zaman Adam (bdk 1Taw 1:1-27) sampai dengan zaman Koresy, raja Persia (bdk 2Taw 36:22-23). Secara umum kitab ini mengisahkan kembali semua peristiwa dalam Kitab Samuel dan Kitab Raja-Raja, dengan secara khusus menonjolkan Daud sebagai perintis ibadat di Yerusalem. Kitab ini pun terbagi dalam dua jilid yang diberi nama “Kitab Pertama Tawarikh” dan “Kitab Kedua Tawarikh”.

g. Kitab EZRA
Kitab ini berisi kisah mengenai kepulangan kembali bangsa Israel dari pembuangan Babel dan kegiatan mereka untuk membangun kembali Bait Allah serta Yerusalem. Dalam kitab ini juga dikisahkan bagaimana bangsa Israel ditahirkan kembali dari kenajisan bangsa-bangsa lain (Ezr 9-10). Kitab ini sebenarnya merupakan satu rangkaian dengan Kitab Nehemia yang mengisahkan peristiwa serupa.

h. Kitab NEHEMIA
Kitab ini berisi kisah mengenai pengutusan Nehemia untuk membangun kembali Yerusalem beserta berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan tersebut. Dalam kitab ini juga dikisahkan bagaimana bangsa Israel bertekad untuk menguduskan kembali hidup mereka sesuai dengan hukum Taurat (Neh 8-10).

i. Kitab ESTER
Kitab ini berisi kisah mengenai perjuangan Ester dan Mordekhai melawan Haman yang hendak memusnahkan orang Yahudi dari kerajaan Persia. Sehubungan dengan peristiwa itu, juga dijelaskan asal usul hari raya Purim yang setiap tahun diperingati oleh orang Yahudi pada hari keempat belas dan kelima belas bulan Ada (bdk Est 9:20-32).

j. Kitab TOBIT
Kitab ini berisi kisah mengenai suka-duka keluarga Tobit dalam masa pembuangan di Niniwe, ibu kota kerajaan Asyur. Dalam kitab ini diajarkan bagaimana seharusnya orang Yahudi hidup di negeri asing, yaitu tetap berpegang teguh pada hukum Taurat (bdk Tob 1;3-3:6; 4:1-21).

k. Kitab YUDIT
Kitab ini berisi kisah mengenai perjuangan seorang janda bernama Yudit melawan Holofernes, panglima besar bala tentara Asyur. Dalam kitab ini ditonjolkan campur tangan Allah yang senantiasa menolong, membantu, melindungi, dan menyelamatkan umat-Nya yang lemah (bdk Ydt 9:1-14).

l. Kitab MAKABE
Kitab ini berisi kisah mengenai peperangan orang Yahudi di bawah pimpinan Yudas Makabe melawan para penjajah Yunani. Dalam kitab ini secara khusus diajarkan bagaimana seharusnya sikap orang Yahudi apabila mengalami penganiayaan, yakni bersedia mati demi ketaatan pada hukum Taurat (bdk Mkb 6:18-7:42). Kitab ini juga terbagi dalam dua jilid yang diberi nama “Kitab Pertama Makabe” dan “Kitab Kedua Makabe”.

(Referensi: Njiolah, Hendrik, Mengenal Kitab Suci Perjanjian Lama & Perjanjian Baru, Pustaka Nusatama, Yogyakarta, 2001, hal. 13-18)

No comments:

Menurut Anda, apakah kaum awam perlu belajar Kitab Suci melalui kursus-kursus?